Harekakae, 7 Januari 2026 — Kepala SMA Negeri Harekakae, Robertus Bria Tahuk, S.Pd., M.MPd., menyampaikan sejumlah penegasan penting dalam amanat apel pagi yang berlangsung pada Rabu (07/01/2026). Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh warga sekolah menjadikan tahun 2026 sebagai tahun perbaikan dari berbagai budaya kurang baik yang masih terjadi sepanjang 2025.
Ia menegaskan bahwa tahun 2026 harus dimaknai sebagai hasil revisi dari perjalanan tahun sebelumnya. Berbagai “jalan bengkok” yang sempat muncul di 2025, menurutnya, wajib diluruskan di 2026 oleh seluruh unsur sekolah, baik guru, pegawai, maupun peserta didik, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Salah satu perhatian utama yang disoroti adalah budaya membuang sampah sembarangan. Kepala sekolah menilai kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan masih rendah. Ia mencontohkan kebiasaan membuang kulit atau sisa belanja di sembarang tempat sebagai budaya tidak baik yang harus dikubur jauh-jauh dari pikiran. Ia berharap kompleks sekolah menjadi lingkungan yang bersih dan sehat, serta meminta guru tidak bersikap permisif dan berani menegur peserta didik yang melanggar.
Menurutnya, inti dari perubahan tersebut adalah nilai sadar. Tanpa kesadaran, ia menegaskan, tidak akan mungkin sesuatu yang baik terjadi.
Selain kebersihan, ia juga menyoroti budaya berada di luar kelas saat jam efektif pembelajaran. Ia menegaskan bahwa pada jam belajar, tidak boleh ada peserta didik berkeliaran di luar kelas. Ia membandingkan dengan pengalamannya di sekolah lain, di mana saat bel pembelajaran berbunyi, seluruh siswa sudah berada di kelas dan langsung belajar. Hal itu menunjukkan tingginya nilai kesadaran peserta didik.
Komitmen tersebut juga ditujukan kepada para guru. Ia menegaskan bahwa guru tidak boleh membiarkan kelas kosong pada jam mengajar. Refleksi terhadap tahun 2025 menunjukkan adanya keluhan peserta didik terkait pembelajaran yang hanya berlangsung beberapa kali sebelum ujian semester dilaksanakan. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum dan perlu dibenahi di tahun 2026.
Kepala sekolah juga menginstruksikan agar guru mata pelajaran melakukan pengecekan catatan dan buku tugas peserta didik setiap kali masuk kelas. Peserta didik tidak boleh datang ke sekolah tanpa buku, pulpen, dan kesiapan belajar. Ia menegaskan bahwa setiap akhir pembelajaran harus ada tugas sebagai sarana memacu belajar.
Mekanisme penilaian tugas juga diperjelas. Buku tugas harus dicek, siapa yang tidak mengerjakan dicatat, dipanggil orang tuanya, dan dilakukan pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, mekanisme ini penting agar sekolah mampu bersaing secara sehat dengan sekolah lain, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Ia menyoroti hasil kompetisi akademik yang masih berada di bawah standar beberapa sekolah lain dan mengingatkan bahwa nama besar sekolah harus diiringi dengan kualitas isi dan prestasi nyata. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya disiplin belajar, catatan, dan penyelesaian tugas oleh peserta didik.
Dalam hal pengawasan, Kepala SMA Negeri Harekakae memberi peran penting kepada ketua kelas untuk melaporkan guru yang tidak masuk mengajar kepada Wakil Kurikulum atau Humas. Evaluasi kehadiran guru akan dilakukan setiap rapat mingguan. Sementara itu, wali kelas diminta secara rutin mengecek kehadiran peserta didik. Peserta didik yang tidak masuk dua hingga tiga kali akan dipanggil orang tuanya, dan yang tidak hadir hingga tujuh kali akan dipindahkan sesuai ketentuan.
Ia juga menegaskan pentingnya administrasi yang tertib sebagai dasar kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam menilai dan membina peserta didik secara tepat.
Terkait disiplin waktu, Kepala Sekolah kembali menekankan kebijakan pintu gerbang sekolah. Peserta didik yang terlambat tidak diperkenankan masuk dan langsung dipulangkan. Menurutnya, ketertiban waktu adalah salah satu indikator utama kemajuan sekolah. Ia mengingatkan bahwa sikap kasihan yang tidak tepat justru membawa kehancuran dan tidak boleh dipertahankan di tahun 2026.
Ia mengajak seluruh warga sekolah untuk meninggalkan sikap pembangkang yang masih tersisa di 2025 dan memasuki 2026 dengan pikiran positif, komitmen kuat, serta disiplin tinggi.
“Pada hari ini saja, pesan dari saya, marilah kita berkomitmen bersama membangun sekolah dan membangun perjalanan,” tegasnya sebelum menutup amanat dengan salam pagi.
Apel pagi kemudian dilanjutkan dengan penguatan peran wali kelas dan ketua kelas dalam pengawasan kelas serta doa bersama sebagai penutup kegiatan.
Apel pagi 7 Januari 2026. Kepala SMA Negeri Harekakae, Robertus Bria Tahuk, S.Pd., M.MPd., menegaskan komitmen disiplin,...
Dikirim oleh Al-Munir Aby Rohim pada Selasa, 06 Januari 2026



0 Comments